Indie Music

Informasi seputar musik Indie, band Indie, dan label Indie

New Release

Informasi seputar rilis album terbaru Indonesia

New Single

Informasi daftar lagu-lagu new entry atau single terbaru

Radio Charts

Informasi chart lagu Indonesia dari radio-radio se-Nusantara

Wazzup!

Informasi dan gossip seputar artis dan band Indonesia

Home | Category Archives

Tempo Doeloe

Panbers, Salah Satu Grup Band Legenda Indonesia
29/04/2009 – 06:02 | No Comment
Panbers, Salah Satu Grup Band Legenda Indonesia

Panjaitan Bersaudara atau lebih dikenal dengan nama Panbers berawal dari band bocah di tahun 1965. Pada tahun 1969 mereka mengikuti sang ayah yang berdinas ke Jakarta dan sepakat untuk serius di jalur musik walau sebelumnya mereka diwajibkan untuk menyelesaikan studi terlebih dahulu. Pada tahun 1969 terbentuklah Panbers yang personilnya merupakan kakak-beradik kandung keluarga Panjaitan. Pada tahun 1971 produser Dick Tamimi yang merupakan bekas pilot merekrut mereka untuk bernaung di bawah perusahaan Dimita dan mengeluarkan salah satu album terbaik, Panbers Volume I : Kami Tjinta Perdamaian. Sejak saat itu mereka men...

Melky Goeslow, Salah Satu Penyanyi Terbaik Indonesia
24/03/2009 – 19:55 | 2 Comments
Melky Goeslow, Salah Satu Penyanyi Terbaik Indonesia

Melky Goeslaw (Morotai, Halmahera, 7 Mei 1947 - Jakarta, 20 Desember 2006) adalah penyanyi Indonesia yang pernah memperoleh sejumlah penghargaan nasional maupun internasional atas prestasinya dalam bidang seni ini. Karir : Melky pernah menjadi salah satu penyanyi terbaik yang dimiliki Indonesia. Lagu-lagu yang dibawakannya banyak yang mendapat sambutan masyarakat. Beberapa lagunya yang terkenal adalah Pergi untuk Kembali, Hiroshima dan Nagasaki dan Tuhan Semesta Alam. Ia sempat bernyanyi duet dengan penyanyi Diana Nasution, dan lagu mereka Bila Cengkeh Berbunga, meledak di pasaran. Penghargaan : Pada 1977 ia bersam...

Rahmat Kartolo, Patah Hati Menanti Jawabmu
28/02/2009 – 12:41 | 3 Comments
Rahmat Kartolo, Patah Hati Menanti Jawabmu

Rachmat Kartolo (lahir di Jakarta, 13 Maret 1938 – wafat di Jakarta, 19 September 2001 pada umur 63 tahun) adalah seorang penyanyi, komposer, aktor, dan sutradara Indonesia. Rahmat pernah menjulang sebagai penyanyi dengan lagu andalannya Patah Hati dan Kunanti Jawabanmu. Selama karirnya selain sebagai penyanyi, Rahmat juga sempat membintangi beberapa judul film diantaranya film Aminah Gadis Dusun (1966), Kasih (1971), dan Aulia Cinta (1977). Selain itu anak dari pasangan Kartolo dan Roekiah itu juga sempat merilis ulang tembang patah hati pada tahun 1988. Bahkan pada 1978 Rahmat pernah menjajal sebagai sutradara dan m...

Broery Marantika, Penyanyi dan Komponis Kelahiran Ambon
28/02/2009 – 06:58 | No Comment
Broery Marantika, Penyanyi dan Komponis Kelahiran Ambon

Broery Pesulima atau dikenal juga dengan nama Broery Marantika (25 Juni 1948-7 April 2000) adalah penyanyi dan komponis dari Indonesia kelahiran Ambon. Nama aslinya adalah Simon Dominggus Pesulima, selama karirnya ia juga menggunakan nama Broery Marantika yang diambil dari nama keluarga ibunya. Ia dibesarkan oleh keluarga pamannya dari pihak ibunya, Pdt. Simon Marantika. Ayahnya bernama Gijsberth Pesulima sedangkan ibunya bernama Wilmintje Marantika. Broery memiliki tiga saudara yaitu Henky, Freejohn and Helmi. Helmi Pesulima juga dikenal sebagai seorang penyanyi. Salah satu lagunya yang terkenal antara lain adalah M...

Chrisye, Meninggalkan Kenangan Bagi Musik Indonesia
19/02/2009 – 15:23 | 2 Comments
Chrisye, Meninggalkan Kenangan Bagi Musik Indonesia

Chrisye, (Christian Rahadi, lalu Chrismansyah Rahadi; lahir di Jakarta, 16 September 1949 – wafat di Jakarta, 30 Maret 2007 pada umur 57 tahun) adalah seorang penyanyi pop Indonesia. Mulai bermusik ketika bergabung sebagai bassist dengan band Gipsy, ia lalu menjulang lewat lagu "Lilin-lilin Kecil" di sekitar tahun 1977 dan Badai Pasti Berlalu setelah bersolo-karir sebagai penyanyi. Beberapa lagunya yang populer adalah "Ketika Tangan dan Kaki Berkata", "Badai Pasti Berlalu", "Aku Cinta Dia", "Hip Hip Hura", "Nona Lisa", dan "Pergilah Kasih". Awal Karir Awal karir Chrisye dimulai pada tahun 1967 saat bergabung pada b...

Siapa Tak Kenal Titik Puspa?
16/02/2009 – 14:46 | 3 Comments
Siapa Tak Kenal Titik Puspa?

Titiek Puspa, mempunyai nama asli Sudarwati yang diubah menjadi Kadarwati dan terakhir diubah menjadi Sumarti (lahir di Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan, 1 November 1937; umur 71 tahun) adalah seorang Musikus Indonesia. Rekaman piringan hitamnya yang pertama dengan label GEMBIRA, berisi lagu Di Sudut Bibirmu, Esok Malam Kau Kujelang, dan duet bersama Tuty Daulay dalam lagu Indada Siririton, iringan musik Empat Sekawan Sariman. Pada pertengahan 1960, Titiek Puspa sempat menjadi penyanyi tetap pada Orkes Studio Jakarta. Saat itu Titiek Puspa banyak mendapat bimbingan dari Iskandar (pencipta lagu dan pemimpin orkes) d...

Koes Plus, Kiblat Musik Pop Indonesia
15/02/2009 – 15:46 | One Comment
Koes Plus, Kiblat Musik Pop Indonesia

Koes Plus adalah grup musik Indonesia yang dibentuk pada tahun 1969 sebagai kelanjutan dari grup Koes Bersaudara. Grup musik yang terkenal pada dasawarsa 1970-an ini sering dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock 'n roll di Indonesia. Sampai sekarang, grup musik ini kadang masih tampil di pentas musik membawakan lagu-lagu lama mereka, walaupun hanya tinggal dua anggotanya (Yon dan Murry) yang aktif. Lagu-lagu mereka banyak dibawakan oleh pemusik lain dengan aransemen baru. Sebagai contoh, Lex's Trio membuat album yang khusus menyanyikan ulang lagu-lagu Koes Plus, Cintamu T'lah Berlalu yang dinyanyikan ulang oleh Chr...

Benyamin Sueb, Seniman Betawi Serba Bisa (1939-1995)
13/02/2009 – 14:19 | No Comment
Benyamin Sueb, Seniman Betawi Serba Bisa (1939-1995)

Ia menjadi figur yang melegenda di kalangan masyarakat Betawi khususnya, karena berhasil menjadikan budaya Betawi dikenal luas hingga ke mancanegara. Celetukan "muke lu jauh" atau "kingkong lu lawan" pasti mengingatkan masyarakat pada Benyamin Sueb, seniman Betawi serba bisa yang sudah menghasilkan kurang lebih 75 album musik, 53 judul film serta menyabet dua Piala Citra ini. Sejak kecil, Benyamin Sueb sudah merasakan getirnya kehidupan. Bungsu delapan bersaudara pasangan Suaeb-Aisyah kehilangan bapaknya sejak umur dua tahun. Karena kondisi ekonomi keluarga yang tak menentu, si kocak Ben sejak umur tiga tahun diijinkan ...

Berminat pasang banner disini? Silahkan kontak admin